Semalam saya mendengar satu tazkirah semasa solat tarawikh yang disampaikan oleh ustz Maliki di Surau Inderasempurna untuk kita renung bersama :
Dua perkara yang sentiasa perlu kita ingat :
1- ialah nikmat Allah kepada kita walaupun ianya kecil . Dengan itu kita akan menjadi hamba yang bersyukur dan dengan itu kita akan mendapat redha Allah.
2- Perbuatan baik orang kepada kita . Dengan itu ukhuwwah kita akan terus terjalin dan dapat menanamkan sifat rendah diri atas kekurangan yang kita ada
Dua perkara yang perlu kita lupa :
1- Amal baik yang kita lakukan sebagai hamba Allah. Ini untuk mengelakkan rasa ujub dalam diri dan disamping itu dapat merasakan bahawa masih banyak amal kita yang belum sempurna
2- Perbuatan buruk orang kepada kita . Ini dapat mengelakkan sifat dendam dalam diri yang sebenarnya akan merosakkan kita.
Isi tazkirah ini amat baik ke arah untuk kita menjadi insan yang bernilai di sisi Allah
Tuesday, September 9, 2008
KESEMPURNAAN PUASA
Di bawah beberapa dalil yang boleh dijadikan rujukan bagi kita semua bagi menjamin kesempurnaan puasa :
1.Diriwayatakan dari Anas ra., ia berkata : Rasulullah saw berbuka dengan makan beberapa ruthaab (kurma basah ) sebelum shalat, kalau tidak ada maka dengan kurma kering, kalau tidak ada maka dengan meneguk air beberapa teguk. ( H.R : Abu Daud dan Al-Hakiem )
2.Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra: Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda : Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya makan sahur itu berkah. (H.R :
Al-Bukhary )
3.Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit t berkata : Kami bersahur bersama Rasulullah saw. kemudian kami bangkit untuk menunaikan shalat ( Shubuh ). saya berkata :
Berapa saat jarak antara keduanya ( antara waktu sahur dan waktu Shubuh )?Ia berkata : Selama orang membaca limapuluh ayat. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )
4. Diriwayatkan dari Amru bin Maimun, ia berkata : Adalah para sahabat Muhammad saw. adalah orang yang paling menyegerakan berbuka dan melambatkan makan sahur. ( H.R : Al-Baihaqi )
5. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. ia berkata :Adalah Rasulullah saw. orang yang paling dermawan dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika
Jibril menemuinya, dan Jibril menemuinya pada setiap malam pada bulan Ramadhan untuk mentadaruskan beliau saw. al-qur'an dan benar-benar Rasulullah saw. lebih dermawan tentang kebajikan( cepat berbuat kebaikan ) daripada angin yang dikirim.(HR Al-Bukhary )
6. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata :Adalah Rasulullah saw. menggalakkan qiyamullail (shalat malam ) di bulan Ramadhan tanpa memerintahkan
secara wajib, maka beliau bersabda : Barang siapa yang shalat malam di bulan Ramadhan karena beriman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka diampuni baginya dosanya yang telah lalu. ( H.R : Jama'ah )
7. Diriwayatkan dari Aisyah ra. Sesungguhnya Nabi saw. apabila memasuki sepuluh hari terakhir ( bulan Ramadhan ) beliau benar-benar menghidupkan malam (
untuk beribadah ) dan membangunkan istrinya ( agar beribadah ) dengan mengencangkan ikatan sarungnya (tidak mengauli istrinya ). ( H.R : Al-Bukhary dan
Muslim )
8. Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata : Adalah Nabi saw. bersungguh-sungguh shalat malam pada sepuluh hari terakhir ( di bulan Ramadhan ) tidak seperti kesungguhannya dalam bulan selainnya. ( H.R : Muslim )
9. Diriwayatkan dari Abu salamah din Abdur Rahman, sesungguhnya ia telah bertanya kepada Aisyah ra: Bagaimana shalat malamnya Rasulullah saw di bulan
Ramadhan ? maka ia menjawab : Rasulullah saw tidak pernah shalat malam lebih dari sebelas raka'at baik di bulan Ramadhan maupun di bulan lainnya, caranya :
Beliau shalat empat raka'at jangan tanya baik dan panjangnya, kemudian shalat lagi empat raka'at jangan ditanya baik dan panjangnya, kemudian shalat tiga
raka’at. ( H.R : Al-Bukhary,Muslim dan lainnya )
10. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Adalah Rasulullah saw. apabila bangun shalat malam, beliau membuka dengan shalat dua raka'at yang ringan,
kemudian shalat delapan raka'at, kemudian shalat witir. ( H.R : Muslim )
11. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ia berkata : Ada seorang laki-laki berdiri lalu ia berkata : Wahai Rasulullah bagaimana cara shalat malam ? Maka
Rasulullah r. menjawab : Shalat malam itu dua raka'at dua raka'at. Apabila kamu khawatir masuk shalat Shubuh, maka berwitirlah satu raka'at. ( H.R : Jama'ah)
12. Dari Aisyah ra. ia berkata : Sesungguhnya Nabi saw shalat di masjid, lalu para sahabat shalat sesuai dengan shalat beliau ( bermakmum di belakang ), lalu
beliau shalat pada malam kedua dan para sahabat bermakmum dibelakangnya bertambah banyak, kemudian pada malam yang ketiga atau yang keempat mereka
berkumpul, maka Rasulullah saw tidak keluar mengimami mereka. Setelah pagi hari beliau bersabda : Saya telah tahu apa yang kalian perbuat, tidak ada yang
menghalangi aku untuk keluar kepada kalian ( untuk mengimami shalat ) melainkan aku khawatir shalat malam ini difardhukan atas kalian. Ini terjadi pada bulan Ramadhan. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )
13. Dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw. bersabda :Barang siapa yang shalat malam menepati lailatul qadar, maka diampuni dosanya yang telah lalu. ( H.R :
Jama'ah )
14. Diriwayatkan dari Aisyah ra. Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda : berusahalah untuk mencari lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir. (H.R : Muslim )
15. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Saya berkata kepada Rasulullah saw. Ya Rasulullah, bagaimana pendapat tuan bila saya mengetahui lailatul qadar,apa yang saya harus baca pada malam itu ? Beliau bersabda : Bacalah ( artinya ) Yaa Allah sesungguhnya Engkau maha pemberi ampun, Engkau suka kepada keampunan maka ampunilah daku. (H.R : At-Tirmidzi dan Ahmad )
16. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Adalah Rasulullah saw mengamalkan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan sampai beliau diwafatkan
oleh Allah Azza wa Jalla. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )
17. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw: Setiap amal anak bani Adam adalah untuknya kecuali puasa, ia adalah untukku
dan aku yang memberikan pahala dengannya. Dan sesungguhnya puasa itu adalah benteng pertahanan, pada hari ketika kamu puasa janganlah berbuat keji , jangan
berteriak-teriak ( pertengkaran ), apabila seorang memakinya sedang ia puasa maka hendaklah ia katakan : " sesungguhnya saya sedang puasa" . Demi jiwa Muhammad yang ada di tanganNya sungguh bau busuknya mulut orang yang sedang puasa itu lebih wangi disisi Allah pada hari kiamat daripada kasturi. Dan bagi orang yang puasa ada dua kegembiraan, apabila ia berbuka ia gembira dengan bukanya dan apabila ia berjumpa dengan Rabbnya ia gembira karena puasanya. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim)
18 . Diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata : Sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan bohong dan amalan
kebohongan, maka tidak ada bagi Allah hajat ( untuk menerima ) dalam hal ia meninggalkan makan dan minumnya. ( H.R: Jama'ah Kecuali Muslim ) Maksudnya
Allah tidak merasa perlu memberi pahala puasanya.
Berpuasalah kita mengikut apa yang ditunjukkan oleh Rasulullah SAW agar puasa kita sempurna . Janganlah jadikan puasa kita hanya lapar dan dahaga . Banyakan amal dan carilah malam lailatul Qadar yang dijanjikan terutamanya pada 10 malam terakhir
1.Diriwayatakan dari Anas ra., ia berkata : Rasulullah saw berbuka dengan makan beberapa ruthaab (kurma basah ) sebelum shalat, kalau tidak ada maka dengan kurma kering, kalau tidak ada maka dengan meneguk air beberapa teguk. ( H.R : Abu Daud dan Al-Hakiem )
2.Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra: Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda : Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya makan sahur itu berkah. (H.R :
Al-Bukhary )
3.Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit t berkata : Kami bersahur bersama Rasulullah saw. kemudian kami bangkit untuk menunaikan shalat ( Shubuh ). saya berkata :
Berapa saat jarak antara keduanya ( antara waktu sahur dan waktu Shubuh )?Ia berkata : Selama orang membaca limapuluh ayat. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )
4. Diriwayatkan dari Amru bin Maimun, ia berkata : Adalah para sahabat Muhammad saw. adalah orang yang paling menyegerakan berbuka dan melambatkan makan sahur. ( H.R : Al-Baihaqi )
5. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. ia berkata :Adalah Rasulullah saw. orang yang paling dermawan dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika
Jibril menemuinya, dan Jibril menemuinya pada setiap malam pada bulan Ramadhan untuk mentadaruskan beliau saw. al-qur'an dan benar-benar Rasulullah saw. lebih dermawan tentang kebajikan( cepat berbuat kebaikan ) daripada angin yang dikirim.(HR Al-Bukhary )
6. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata :Adalah Rasulullah saw. menggalakkan qiyamullail (shalat malam ) di bulan Ramadhan tanpa memerintahkan
secara wajib, maka beliau bersabda : Barang siapa yang shalat malam di bulan Ramadhan karena beriman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka diampuni baginya dosanya yang telah lalu. ( H.R : Jama'ah )
7. Diriwayatkan dari Aisyah ra. Sesungguhnya Nabi saw. apabila memasuki sepuluh hari terakhir ( bulan Ramadhan ) beliau benar-benar menghidupkan malam (
untuk beribadah ) dan membangunkan istrinya ( agar beribadah ) dengan mengencangkan ikatan sarungnya (tidak mengauli istrinya ). ( H.R : Al-Bukhary dan
Muslim )
8. Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata : Adalah Nabi saw. bersungguh-sungguh shalat malam pada sepuluh hari terakhir ( di bulan Ramadhan ) tidak seperti kesungguhannya dalam bulan selainnya. ( H.R : Muslim )
9. Diriwayatkan dari Abu salamah din Abdur Rahman, sesungguhnya ia telah bertanya kepada Aisyah ra: Bagaimana shalat malamnya Rasulullah saw di bulan
Ramadhan ? maka ia menjawab : Rasulullah saw tidak pernah shalat malam lebih dari sebelas raka'at baik di bulan Ramadhan maupun di bulan lainnya, caranya :
Beliau shalat empat raka'at jangan tanya baik dan panjangnya, kemudian shalat lagi empat raka'at jangan ditanya baik dan panjangnya, kemudian shalat tiga
raka’at. ( H.R : Al-Bukhary,Muslim dan lainnya )
10. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Adalah Rasulullah saw. apabila bangun shalat malam, beliau membuka dengan shalat dua raka'at yang ringan,
kemudian shalat delapan raka'at, kemudian shalat witir. ( H.R : Muslim )
11. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ia berkata : Ada seorang laki-laki berdiri lalu ia berkata : Wahai Rasulullah bagaimana cara shalat malam ? Maka
Rasulullah r. menjawab : Shalat malam itu dua raka'at dua raka'at. Apabila kamu khawatir masuk shalat Shubuh, maka berwitirlah satu raka'at. ( H.R : Jama'ah)
12. Dari Aisyah ra. ia berkata : Sesungguhnya Nabi saw shalat di masjid, lalu para sahabat shalat sesuai dengan shalat beliau ( bermakmum di belakang ), lalu
beliau shalat pada malam kedua dan para sahabat bermakmum dibelakangnya bertambah banyak, kemudian pada malam yang ketiga atau yang keempat mereka
berkumpul, maka Rasulullah saw tidak keluar mengimami mereka. Setelah pagi hari beliau bersabda : Saya telah tahu apa yang kalian perbuat, tidak ada yang
menghalangi aku untuk keluar kepada kalian ( untuk mengimami shalat ) melainkan aku khawatir shalat malam ini difardhukan atas kalian. Ini terjadi pada bulan Ramadhan. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )
13. Dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw. bersabda :Barang siapa yang shalat malam menepati lailatul qadar, maka diampuni dosanya yang telah lalu. ( H.R :
Jama'ah )
14. Diriwayatkan dari Aisyah ra. Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda : berusahalah untuk mencari lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir. (H.R : Muslim )
15. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Saya berkata kepada Rasulullah saw. Ya Rasulullah, bagaimana pendapat tuan bila saya mengetahui lailatul qadar,apa yang saya harus baca pada malam itu ? Beliau bersabda : Bacalah ( artinya ) Yaa Allah sesungguhnya Engkau maha pemberi ampun, Engkau suka kepada keampunan maka ampunilah daku. (H.R : At-Tirmidzi dan Ahmad )
16. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Adalah Rasulullah saw mengamalkan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan sampai beliau diwafatkan
oleh Allah Azza wa Jalla. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )
17. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw: Setiap amal anak bani Adam adalah untuknya kecuali puasa, ia adalah untukku
dan aku yang memberikan pahala dengannya. Dan sesungguhnya puasa itu adalah benteng pertahanan, pada hari ketika kamu puasa janganlah berbuat keji , jangan
berteriak-teriak ( pertengkaran ), apabila seorang memakinya sedang ia puasa maka hendaklah ia katakan : " sesungguhnya saya sedang puasa" . Demi jiwa Muhammad yang ada di tanganNya sungguh bau busuknya mulut orang yang sedang puasa itu lebih wangi disisi Allah pada hari kiamat daripada kasturi. Dan bagi orang yang puasa ada dua kegembiraan, apabila ia berbuka ia gembira dengan bukanya dan apabila ia berjumpa dengan Rabbnya ia gembira karena puasanya. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim)
18 . Diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata : Sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan bohong dan amalan
kebohongan, maka tidak ada bagi Allah hajat ( untuk menerima ) dalam hal ia meninggalkan makan dan minumnya. ( H.R: Jama'ah Kecuali Muslim ) Maksudnya
Allah tidak merasa perlu memberi pahala puasanya.
Berpuasalah kita mengikut apa yang ditunjukkan oleh Rasulullah SAW agar puasa kita sempurna . Janganlah jadikan puasa kita hanya lapar dan dahaga . Banyakan amal dan carilah malam lailatul Qadar yang dijanjikan terutamanya pada 10 malam terakhir
Sunday, September 7, 2008
Apakah kita berada pada Track Yang Betul?
Alhamdullillah kita telah berada pada hari ke 8 puasa . Sudah hampir 1/3 bulan Ramadhan kita lalui . Kita perlu menghisab amalan kita , apakah kita dalam track yang betul untuk mencapai darjat ketakwaan yang merupakan antara sebab puasa diwajibkan ke atas orang yang beriman. Firman Allah dalam surah Al-Baqarah : 183 yang bermaksud :
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa"
Adakah kita berada dalam track yang betul untuk mendapat segala fadhilat yang dijanjikan Allah di bulan yang mulia . Jika amalan-amalan kita belum berada pada landasan yang betul , maka hendaklah kita membuat pembetulan yang sewajarya pada peringkat ini sebelum Ramadhan berlalu meninggalkan kita dan akhirnya kita tergolong dalam golongan yang rugi.
Kadang-kadang di bulan Ramadhan ini , kita terlampau sibuk untuk memberi makan fizikal kita sehingga kita lupa untuk memberi makan kepada rohani kita . Oleh sebab itu kita lihat ramai orang berduyun-duyun ke bazar ramadhan pada setiap petang untuk mencari juadah berbuka yang adakalanya sampai ke tahap membazir. Kalau di Kuantan ini , bazar Ramadhan dekat Tunas Manja Sungai Isap menyebabkan kenderaan menghala ke Kuantan terpaksa mengharungi ’Jem’ pada setiap petang kerana hebatnya dan bersungguhnya kita dalam mencari makanan fizikal kita . Alangkah baiknya kalau sikap bersungguh ini kita tukarkan pula untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan . Renung ..... fikir2
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa"
Adakah kita berada dalam track yang betul untuk mendapat segala fadhilat yang dijanjikan Allah di bulan yang mulia . Jika amalan-amalan kita belum berada pada landasan yang betul , maka hendaklah kita membuat pembetulan yang sewajarya pada peringkat ini sebelum Ramadhan berlalu meninggalkan kita dan akhirnya kita tergolong dalam golongan yang rugi.
Kadang-kadang di bulan Ramadhan ini , kita terlampau sibuk untuk memberi makan fizikal kita sehingga kita lupa untuk memberi makan kepada rohani kita . Oleh sebab itu kita lihat ramai orang berduyun-duyun ke bazar ramadhan pada setiap petang untuk mencari juadah berbuka yang adakalanya sampai ke tahap membazir. Kalau di Kuantan ini , bazar Ramadhan dekat Tunas Manja Sungai Isap menyebabkan kenderaan menghala ke Kuantan terpaksa mengharungi ’Jem’ pada setiap petang kerana hebatnya dan bersungguhnya kita dalam mencari makanan fizikal kita . Alangkah baiknya kalau sikap bersungguh ini kita tukarkan pula untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan . Renung ..... fikir2
Tuesday, September 2, 2008
Ramadhan bulan Rahmat
Ramadhan bulan yang penuh dengan Barokah dan Rahmat telah kita lalui selama 3 hari . Awalnya rahmat, pertengahannya keampunan Allah dan pengakhirannya dihindari dari azab neraka.
Alhamdulillah selama tiga malam kita lalui puasa , rahmat Allah terzahir depan mata kita , di mana Allah telah memilih kita untuk hidup di bulan Ramadhan . Sedangkan mungkin ada ayah , ibu , adik beradik dan sahabat kita tidak sempat merasai Ramadhan tahun ini kerana telah dijemput oleh Allah . Inilah Rahmat Allah , yang telah memilih kita untuk hidup dan seterusnya mengejar akan segala fadhilat Ramadhan yang dijanjikan Allah dan RasulNya . Amatlah rugi sekiranya kita membiarkan Ramadhan berlalu begitu sahaja tanpa kita mengisinya dengan amalan-amalan. Takut-takut nanti Allah tidak memilih kita untuk bertemu Ramadhan pada tahun depan.
Semalam saya terlewat sedikit untuk pergi solat Isya’ dan apabila sampai ke surau di Taman saya ( Inderasempurna) , saya terpaksa solat di tepi tangga kerana surau telah penuh . Di dalam hati saya berkata , alhamdullilah inilah rahmah Allah . Allah membuka hati dan memudahkan kita untuk melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan ini. Walaupun sebenarnya kita letih sebab berpuasa pada siang hari .
Ingatlah sekiranya kita lakukan semua amalan itu kerana Allah semata-mata bukan ikut trend ” Orang tarawikh akupun tarawikh ” nescaya kita akan di ampunkan Allah akan segala dosa kita yang lalu . Rasulullah bersabda yang bermaksud :
”Sesiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan akan diampunkan dosanya yang lalu ” ( Bukhari dan Muslim)
Dan kita kena muhasabah diri , di bulan-bulan yang lain kita terlalu menyibuk diri dengan perkara-perkara yang tak perlu sehingga kita tidak ada masa untuk Allah . Alangkah sedihnya kita sebagai hamba tidak ada masa untuk Khalik kita. Alasan kita sibuklah, banyak kerjalah dan segala macam lagi alasan . Kalaulah nanti di hadapan pengadilan Allah , Allah buat tak tahu je pada kita disebabkan Allah sibuk melayan mereka-mereka yang memperuntukkan masa untukNya di dunia . Bagaimanakah perasaan kita ?
Alhamdulillah selama tiga malam kita lalui puasa , rahmat Allah terzahir depan mata kita , di mana Allah telah memilih kita untuk hidup di bulan Ramadhan . Sedangkan mungkin ada ayah , ibu , adik beradik dan sahabat kita tidak sempat merasai Ramadhan tahun ini kerana telah dijemput oleh Allah . Inilah Rahmat Allah , yang telah memilih kita untuk hidup dan seterusnya mengejar akan segala fadhilat Ramadhan yang dijanjikan Allah dan RasulNya . Amatlah rugi sekiranya kita membiarkan Ramadhan berlalu begitu sahaja tanpa kita mengisinya dengan amalan-amalan. Takut-takut nanti Allah tidak memilih kita untuk bertemu Ramadhan pada tahun depan.
Semalam saya terlewat sedikit untuk pergi solat Isya’ dan apabila sampai ke surau di Taman saya ( Inderasempurna) , saya terpaksa solat di tepi tangga kerana surau telah penuh . Di dalam hati saya berkata , alhamdullilah inilah rahmah Allah . Allah membuka hati dan memudahkan kita untuk melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan ini. Walaupun sebenarnya kita letih sebab berpuasa pada siang hari .
Ingatlah sekiranya kita lakukan semua amalan itu kerana Allah semata-mata bukan ikut trend ” Orang tarawikh akupun tarawikh ” nescaya kita akan di ampunkan Allah akan segala dosa kita yang lalu . Rasulullah bersabda yang bermaksud :
”Sesiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan akan diampunkan dosanya yang lalu ” ( Bukhari dan Muslim)
Dan kita kena muhasabah diri , di bulan-bulan yang lain kita terlalu menyibuk diri dengan perkara-perkara yang tak perlu sehingga kita tidak ada masa untuk Allah . Alangkah sedihnya kita sebagai hamba tidak ada masa untuk Khalik kita. Alasan kita sibuklah, banyak kerjalah dan segala macam lagi alasan . Kalaulah nanti di hadapan pengadilan Allah , Allah buat tak tahu je pada kita disebabkan Allah sibuk melayan mereka-mereka yang memperuntukkan masa untukNya di dunia . Bagaimanakah perasaan kita ?
Friday, August 29, 2008
MERDEKAKAH KITA - Sama2 fikirkan
Alhamdulilah negara kita akan menyambut ulangtahun kemerdekaan kali ke-51 pada esok hari. Kalau mengikut umur manusia umur kemerdekaan negara kita telah sampai ke tahap setengah abad yang mana umur yang amat matang untuk kita menentukan halatuju negara kita.
Tapi amat malang dalam kita nak menyambut kemerdekaan, kita dikejutkan dengan persetujuan kerajaan untuk membenarkan konsert Avril Lavigne diadakan walaupun ia telah mahu dibatalkan oleh pihak Jawatankuasa Permohonan Artis Luar (PUSPAL), Kementerian Perpaduan, Kesenian, Kebudayaan dan Warisan (KPKKW) . Matangkah atau merdekakah kita dalam membuat keputusan sedangkan kita tahu konsert sebegini boleh menghancurkan modal insan yang ingin kita bina. Modal Insan remaja kita inilah yang akan menjadi penyambung kepada kelangsungan kemerdekaan. Kalau kita tidak mempunyai prinsip yang teguh , jangan salahkan remaja sekira kebanyakkan dari mereka menganggap inilah budaya kita 20 tahun akan datang. Budaya tak apa sekali sekala nak berhibur apalah salahnya amat bahaya kepada jatidiri remaja kita. Fikirkan.....
Fahamilah ,
Jika kemerdekaan bererti kebebasan daripada penguasaan bangsa asing, kenapa Rasulullah saw berjuang membebaskan diri dan manusia daripada kekuasaan musyrikin Makkah yang sebangsa dan seketurunan dengan nabi?..... renungkan dengan hati terbuka.
Kemerdekaan yang sebenar ialah:Memerdekakan manusia daripada perhambaan sesama manusia sama ada:Bebas bersuara, pemilikan, bertindak, bermuamalah dan seumpamanya.Kebebasan tadi mestilah dibatasi oleh hukum allah swt bagi memastikan tiada ruang untuk penjajahan melalui kemerdekaan yang sebenar ialah:Memerdekakan manusia daripada perhambaan sesama manusia sama ada:Bebas bersuara, pemilikan, bertindak, bermuamalah dan seumpamanya.Kebebasan tadi mestilah dibatasi oleh hukum allah swt bagi memastikan tiada ruang untuk penjajahan melalui sistem dan undang-undang ciptaan manusia.
Apalah erti kemerdekaan ini , tatkala ummah masih terbelenggu dalam system hidup penjajah yang akhirnya meletakkan masa depan yang sangat buruk bagi budaya , akhlak dan aqidah mereka ?.Penjajah telah 51 tahun membebaskan kita dari penjajahan berbentuk fizikal tetapi penjajahan minda ( amat bahaya) oleh penjajah masih berterusan sehingga ada pendapat apa2 yang datang dari barat semuanya baik . Sesungguhnya MINDA TERJAJAH TIDAK MUNGKIN MANAFAATKAN KEMERDEKAAN.
Hari ini , Inggeris tidak lagi bertapak dalam tanahair kita . Mereka telah lama keluar meninggalkan tanahair ini dengan persetujuan yang dicapai untuk memberi kemerdekaan kepada Negara kita .Tetapi apa yang sangat malang , selain system dan perlembagaan penjajah masih diamalkan , ternyata kita masih gagal manafaatkan ruang kemerdekaan ini untuk membentuk jati diri bangsa apatah lagi izzah ( rasa kemuliaan) beragama .
Benarlah apa yang pernah di sebut oleh seorang penyair arab Mesir Mahmoud al Wafa ketika memberi respons terhadap kehidupan rakyat Mesir pasca penjajah :
ذهب الإنجليز الحمر و بقي الإنجليز السمر “Telah pergi Inggeris yang berkulit merah kemerahan namun masih tinggal Inggeris yang berkulit sawo matang”Kini anak watan menjadi lebih Inggeris dari Inggeris , lebih barat dari barat . Kini Budaya melayu muslim kian pupus , moral dan akhlak ketimuran kian musnah , adab dan susila kesopanan kian hilang , maruah bangsa dan nilai bahasa kian jatuh , penguasaan kuasa muslim dan bumiputra kian merosot serta wahyu dan sunnah kian jauh , agama dan aqidah kian hancur.
Renungkan ......
Kata-kata Rub'ie bin A'mir ketika bertemu panglima tentera rom yang bernama Rustum:
الله ابتعثنا لنخرج من شاء من عبادة العباد إلى عبادة الله, ومن جور الأديان إلى عدل الإسلام ومن ضيق الدنيا إلى سعة الدنيا والآخرة:Maksudnya: Allah mengutuskan kami (orang-orang islam), untuk kami merdekakan manusia, daripada mengabdikan diri sesama manusia kepada mengabdikan diri kepada Allah, daripada kezaliman agama kepada keadilan Islam dan daripada kesempitan dunia kepada keluasan dunia dan akhirat.
Tapi amat malang dalam kita nak menyambut kemerdekaan, kita dikejutkan dengan persetujuan kerajaan untuk membenarkan konsert Avril Lavigne diadakan walaupun ia telah mahu dibatalkan oleh pihak Jawatankuasa Permohonan Artis Luar (PUSPAL), Kementerian Perpaduan, Kesenian, Kebudayaan dan Warisan (KPKKW) . Matangkah atau merdekakah kita dalam membuat keputusan sedangkan kita tahu konsert sebegini boleh menghancurkan modal insan yang ingin kita bina. Modal Insan remaja kita inilah yang akan menjadi penyambung kepada kelangsungan kemerdekaan. Kalau kita tidak mempunyai prinsip yang teguh , jangan salahkan remaja sekira kebanyakkan dari mereka menganggap inilah budaya kita 20 tahun akan datang. Budaya tak apa sekali sekala nak berhibur apalah salahnya amat bahaya kepada jatidiri remaja kita. Fikirkan.....
Fahamilah ,
Jika kemerdekaan bererti kebebasan daripada penguasaan bangsa asing, kenapa Rasulullah saw berjuang membebaskan diri dan manusia daripada kekuasaan musyrikin Makkah yang sebangsa dan seketurunan dengan nabi?..... renungkan dengan hati terbuka.
Kemerdekaan yang sebenar ialah:Memerdekakan manusia daripada perhambaan sesama manusia sama ada:Bebas bersuara, pemilikan, bertindak, bermuamalah dan seumpamanya.Kebebasan tadi mestilah dibatasi oleh hukum allah swt bagi memastikan tiada ruang untuk penjajahan melalui kemerdekaan yang sebenar ialah:Memerdekakan manusia daripada perhambaan sesama manusia sama ada:Bebas bersuara, pemilikan, bertindak, bermuamalah dan seumpamanya.Kebebasan tadi mestilah dibatasi oleh hukum allah swt bagi memastikan tiada ruang untuk penjajahan melalui sistem dan undang-undang ciptaan manusia.
Apalah erti kemerdekaan ini , tatkala ummah masih terbelenggu dalam system hidup penjajah yang akhirnya meletakkan masa depan yang sangat buruk bagi budaya , akhlak dan aqidah mereka ?.Penjajah telah 51 tahun membebaskan kita dari penjajahan berbentuk fizikal tetapi penjajahan minda ( amat bahaya) oleh penjajah masih berterusan sehingga ada pendapat apa2 yang datang dari barat semuanya baik . Sesungguhnya MINDA TERJAJAH TIDAK MUNGKIN MANAFAATKAN KEMERDEKAAN.
Hari ini , Inggeris tidak lagi bertapak dalam tanahair kita . Mereka telah lama keluar meninggalkan tanahair ini dengan persetujuan yang dicapai untuk memberi kemerdekaan kepada Negara kita .Tetapi apa yang sangat malang , selain system dan perlembagaan penjajah masih diamalkan , ternyata kita masih gagal manafaatkan ruang kemerdekaan ini untuk membentuk jati diri bangsa apatah lagi izzah ( rasa kemuliaan) beragama .
Benarlah apa yang pernah di sebut oleh seorang penyair arab Mesir Mahmoud al Wafa ketika memberi respons terhadap kehidupan rakyat Mesir pasca penjajah :
ذهب الإنجليز الحمر و بقي الإنجليز السمر “Telah pergi Inggeris yang berkulit merah kemerahan namun masih tinggal Inggeris yang berkulit sawo matang”Kini anak watan menjadi lebih Inggeris dari Inggeris , lebih barat dari barat . Kini Budaya melayu muslim kian pupus , moral dan akhlak ketimuran kian musnah , adab dan susila kesopanan kian hilang , maruah bangsa dan nilai bahasa kian jatuh , penguasaan kuasa muslim dan bumiputra kian merosot serta wahyu dan sunnah kian jauh , agama dan aqidah kian hancur.
Renungkan ......
Kata-kata Rub'ie bin A'mir ketika bertemu panglima tentera rom yang bernama Rustum:
الله ابتعثنا لنخرج من شاء من عبادة العباد إلى عبادة الله, ومن جور الأديان إلى عدل الإسلام ومن ضيق الدنيا إلى سعة الدنيا والآخرة:Maksudnya: Allah mengutuskan kami (orang-orang islam), untuk kami merdekakan manusia, daripada mengabdikan diri sesama manusia kepada mengabdikan diri kepada Allah, daripada kezaliman agama kepada keadilan Islam dan daripada kesempitan dunia kepada keluasan dunia dan akhirat.
Thursday, August 28, 2008
Perkara Yang Boleh dilakukan di bulan Puasa
PERKARA2 YANG BOLEH DIKERJAKAN WAKTU IBADAH PUASA.
Dalil-dalil yang menjadi rujukan
1. Diriwayatkan dari Aisyah ra Bahwa sesungguhnya Nabi saw. dalam keadaan junub sampai waktu Shubuh sedang beliau sedang dalam keadaan puasa, kemudian mandi. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim )
2. Diriwayatkan dari Abi Bakar bin Abdurrahman, dari sebagian sahabat-sahabat Nabi saw. ia berkata kepadanya : Dan sungguh telah saya lihat Rasulullah saw. menyiram air di atas kepala beliau padahal beliau dalam keadaan puasa karena haus dan karena udara panas. ( H.R : Ahmad, Malik dan Abu Daud )
3. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. Bahwa sesungguhnya Nabi saw berbekam sedang beliau dalam keadaan puasa. (H.R : Al-Bukhary ) .
4. Diriwayatkan dari Abdullah bin Furuuj : Bahwa sesungguhnya ada seorang wanita bertanya kepada Ummu Salamah ra. Wanita itu berkata : Sesungguhnya suami saya mencium saya sedang dia dan saya dalam keadaan puasa, bagaimana pendapatmu ? Maka ia menjawab : Adalah Rasulullah r pernah mencium saya sedang beliau dan saya dalam keadaan puasa. ( H.R : Aththahawi dan Ahmad dengan sanad yang baik dengan mengikut syarat
Muslim ).
6. Diriwayatkan dari Luqaidh bin Shabrah : Sesungguhnya Nabi saw bersabda : Apabila kamu beristinsyaaq ( menghisap air ke hidung )
keraskan kecuali kamu dalam keadaan puasa. ( H.R :Ashhabus Sunan )
7. Perkataan ibnu Abbas : Tidak mengapa orang yang puasa mencicipi cuka dan sesuatu yang akan dibelinya ( Ahmad dan Al-Bukhary ).
KESIMPULAN
Hadits-hadits tersebut di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa hal-hal tersebut di bawah ini bila diamalkan tidak membatalkan puasa :
1-Menyiram air ke atas kepala pada siang hari karena haus ataupun udara panas, demikian pula menyelam kedalam air pada siang hari.
2-Menta'khirkan mandi junub setelah adzan Shubuh.
3-Berbekam pada siang hari.
4-Mencium, menggauli, mencumbu istri tetapi tidak sampai bersetubuh di siang hari.
5-Beristinsyak ( menghirup air kedalam hidung )terutama bila akan berwudhu, asal tidak dikuatkan menghirupnya.
6-Disuntik di siang hari.
7-Merasai makanan asal tidak ditelan.
Dalil-dalil yang menjadi rujukan
1. Diriwayatkan dari Aisyah ra Bahwa sesungguhnya Nabi saw. dalam keadaan junub sampai waktu Shubuh sedang beliau sedang dalam keadaan puasa, kemudian mandi. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim )
2. Diriwayatkan dari Abi Bakar bin Abdurrahman, dari sebagian sahabat-sahabat Nabi saw. ia berkata kepadanya : Dan sungguh telah saya lihat Rasulullah saw. menyiram air di atas kepala beliau padahal beliau dalam keadaan puasa karena haus dan karena udara panas. ( H.R : Ahmad, Malik dan Abu Daud )
3. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. Bahwa sesungguhnya Nabi saw berbekam sedang beliau dalam keadaan puasa. (H.R : Al-Bukhary ) .
4. Diriwayatkan dari Abdullah bin Furuuj : Bahwa sesungguhnya ada seorang wanita bertanya kepada Ummu Salamah ra. Wanita itu berkata : Sesungguhnya suami saya mencium saya sedang dia dan saya dalam keadaan puasa, bagaimana pendapatmu ? Maka ia menjawab : Adalah Rasulullah r pernah mencium saya sedang beliau dan saya dalam keadaan puasa. ( H.R : Aththahawi dan Ahmad dengan sanad yang baik dengan mengikut syarat
Muslim ).
6. Diriwayatkan dari Luqaidh bin Shabrah : Sesungguhnya Nabi saw bersabda : Apabila kamu beristinsyaaq ( menghisap air ke hidung )
keraskan kecuali kamu dalam keadaan puasa. ( H.R :Ashhabus Sunan )
7. Perkataan ibnu Abbas : Tidak mengapa orang yang puasa mencicipi cuka dan sesuatu yang akan dibelinya ( Ahmad dan Al-Bukhary ).
KESIMPULAN
Hadits-hadits tersebut di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa hal-hal tersebut di bawah ini bila diamalkan tidak membatalkan puasa :
1-Menyiram air ke atas kepala pada siang hari karena haus ataupun udara panas, demikian pula menyelam kedalam air pada siang hari.
2-Menta'khirkan mandi junub setelah adzan Shubuh.
3-Berbekam pada siang hari.
4-Mencium, menggauli, mencumbu istri tetapi tidak sampai bersetubuh di siang hari.
5-Beristinsyak ( menghirup air kedalam hidung )terutama bila akan berwudhu, asal tidak dikuatkan menghirupnya.
6-Disuntik di siang hari.
7-Merasai makanan asal tidak ditelan.
Tuesday, August 26, 2008
GOLONGAN YANG DIBERI KELONGGARAN UNTUK TIDAK PUASA RAMADHAN
Dalil-dalil yang dijadikan rujukan :
1. "(Masa yang diwajibkan kamu puasa itu ialah) bulan Ramadhan yang padanya diturunkan Al-Qur'an, menjadi pertunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi
keterangan-keterangan yang menjelaskan pertunjuk, dan (menjelaskan) antara yang haq dengan yang bathil. Karenanya, siapa saja dari antara kamu yang
menyaksikan anak bulan Ramadhan (atau mengetahuinya), maka hendaklah ia puasa di bulan itu; dan siapa saja yang sakit atau dalam musafir maka (bolehlah ia
berbuka, kemudian wajiblah ia puasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (Dengan ketetapan yang demikian itu) Allah menghendaki
kamu beroleh kemudahan, dan Ia tidak menghendaki kamu menanggung kesukaran. Dan juga supaya kamu cukupkan bilangan puasa (sebulan Ramadhan), dan
supaya kamu membesarkan Allah karena mendapat pertunjukNya, dan supaya kamu bersyukur." ( Al-Baqarah:185.)
2. "Diriwayatkan dari Mu'adz , ia berkata : Sesungguhnya Allah swt telah mewajibkan atas nabi untuk puasa, maka DIA turunkan ayat ( dalam surat
AL-Baqarah : 183-184), maka pada saat itu barangsiapa mau puasa dan barangsiapa mau memberi makan seorang miskin, keduanya diterima. Kemudian Allah menurunkan ayat lain ( AL-Baqarah : 185), maka ditetapkanlah kewajiban puasa bagi setiap orang yang mukim dan sehat dan diberi rukhsah ( keringanan) untuk orang yang sakit dan bermusafir dan ditetapkan cukup memberi makan orang misikin bagi orang yang sudah sangat tua dan tidak mampu puasa. " ( HR. Ahmad, Abu Dawud, AL-Baihaqi dengan sanad shahih).
3. "Diriwayatkan dari Hamzah Al-Islamy : Wahai Rasulullah, aku dapati bahwa diriku kuat untuk puasa dalam safar, berdosakah saya ? Maka beliau bersabda :
hal itu adalah merupakan kemurahan dari Allah Ta'ala, maka barangsiapa yang menggunakannya maka itu suatu kebaikan dan barangsiapa yang lebih suka untuk terus puasa maka tidak ada dosa baginya " ( H.R.Muslim)
4. "Diriwayatkan dari Sa'id Al-Khudry ra. ia berkata : Kami bepergian bersama Rasulullah saw. ke Makkah, sedang kami dalam keadaan puasa. Selanjutnya ia
berkata : Kami berhenti di suatu tempat. Maka Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya kamu sekalian sudah berada ditempat yang dekat dengan musuh kalian,
dan berbuka lebih memberi kekuatan kepada kamu. Ini merupakan rukhsah, maka diantara kami ada yang masih puasa dan ada juga yang berbuka. Kemudian kami berhenti di tempat lain. Maka beliau juga bersabda: Sesungguhnya besok kamu akan bertemu musuh, berbuka lebih memberi kekuatan kepada kamu sekalian,maka berbukalah. Maka ini merupakan kemestian, kamipun semuanya berbuka. Selanjutnya bila kami bepergian beserta Rasulullah saw. kami puasa ." ( H.R Ahmad, Muslim dan Abu Dawud).
5. "Diriwayatkan dari Sa'id Al-Khudry ra. ia berkata : Pada suatu hari kami pergi berperang beserta Rasulullah saw. di bulan Ramadhan. Diantara kami ada
yang puasa dan diantara kami ada yang berbuka . Yang puasa tidak mencela yang berbuka ,dan yang berbuka tidak mencela yang puasa. Mereka berpendapat bahwa siapa yang mendapati dirinya ada kekuatan lalu puasa, hal itu adalah baik dan barangsiapa yang mendapati dirinya lemah lalu berbuka,maka hal ini juga baik"
(HR. Ahmad dan Muslim)
6. "Ucapan Ibnu Abbas : wanita yang hamil dan wanita yang menyusui apabila khawatir atas kesehatan anak-anak mereka, maka boleh tidak puasa dan cukup
membayar fidyah memberi makan orang miskin " ( Riwayat Abu Dawud ). Shahih
7. "Diriwayatkan dari Nafi' dari Ibnu Umar: Bahwa sesungguhnya istrinya bertanya kepadanya ( tentang puasa Ramadhan ), sedang ia dalam keadaan hamil. Maka
ia menjawab : Berbukalah dan berilah makan sehari seorang miskin dan tidak usah mengqadha puasa ." (Riwayat Baihaqi) Shahih.
8. "Diriwayatkan dari Sa'id bin Abi 'Urwah dari Ibnu Abbas beliau berkata : Apabila seorang wanita hamil khawatir akan kesehatan dirinya dan wanita yang
menyusui khawatir akan kesehatan anaknya jika puasa Ramadhan. Beliau berkata : Keduanya boleh berbuka (tidak puasa ) dan harus memberi makan sehari seorang miskin dan tidak perlu mengqadha puasa" (HR.Ath-Thabari dengan sanad shahih di atas syaratMuslim , kitab AL-irwa jilid IV hal 19).
Berdasarkan dalil-dalil di atas orang Mu'min yang diberi kelonggaran dan diperbolehkan untuk tidak puasa Ramadhan, tetapi wajib mengqadha di bulan lain, mereka itu ialah :
-Orang sakit yang masih ada harapan sembuh.
-Orang yang Musafir . Musafir yang merasa kuat boleh meneruskan puasa dalam safarnya, tetapi yang merasa lemah dan berat lebih baik berbuka, dan makruh memaksakan diri untuk puasa.
-Manakala orang Mu'min yang diberi kelonggaran dan diperbolehkan untuk tidak mengerjakan puasa dan tidak wajib mengqadha, tetapi wajib fidyah (memberi makan sehari puasa yang ditinggalkan dengan secupak makanan asasi kepada seorang miskin). Mereka adalah orang yang tidak lagi mampu mengerjakan puasa karena:
-Umurnya sangat tua dan lemah.
-Wanita yang menyusui dan khawatir akan kesehatan anaknya.
-Karena mengandung dan khawatir akan kesehatan dirinya.
-Sakit yang tidak ada harapan sembuh.
-Orang yang sehari-hari kerjanya berat yang tidak mungkin mampu dikerjakan sambil puasa, dan tidak mendapat pekerjaan lain yang ringan.
1. "(Masa yang diwajibkan kamu puasa itu ialah) bulan Ramadhan yang padanya diturunkan Al-Qur'an, menjadi pertunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi
keterangan-keterangan yang menjelaskan pertunjuk, dan (menjelaskan) antara yang haq dengan yang bathil. Karenanya, siapa saja dari antara kamu yang
menyaksikan anak bulan Ramadhan (atau mengetahuinya), maka hendaklah ia puasa di bulan itu; dan siapa saja yang sakit atau dalam musafir maka (bolehlah ia
berbuka, kemudian wajiblah ia puasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (Dengan ketetapan yang demikian itu) Allah menghendaki
kamu beroleh kemudahan, dan Ia tidak menghendaki kamu menanggung kesukaran. Dan juga supaya kamu cukupkan bilangan puasa (sebulan Ramadhan), dan
supaya kamu membesarkan Allah karena mendapat pertunjukNya, dan supaya kamu bersyukur." ( Al-Baqarah:185.)
2. "Diriwayatkan dari Mu'adz , ia berkata : Sesungguhnya Allah swt telah mewajibkan atas nabi untuk puasa, maka DIA turunkan ayat ( dalam surat
AL-Baqarah : 183-184), maka pada saat itu barangsiapa mau puasa dan barangsiapa mau memberi makan seorang miskin, keduanya diterima. Kemudian Allah menurunkan ayat lain ( AL-Baqarah : 185), maka ditetapkanlah kewajiban puasa bagi setiap orang yang mukim dan sehat dan diberi rukhsah ( keringanan) untuk orang yang sakit dan bermusafir dan ditetapkan cukup memberi makan orang misikin bagi orang yang sudah sangat tua dan tidak mampu puasa. " ( HR. Ahmad, Abu Dawud, AL-Baihaqi dengan sanad shahih).
3. "Diriwayatkan dari Hamzah Al-Islamy : Wahai Rasulullah, aku dapati bahwa diriku kuat untuk puasa dalam safar, berdosakah saya ? Maka beliau bersabda :
hal itu adalah merupakan kemurahan dari Allah Ta'ala, maka barangsiapa yang menggunakannya maka itu suatu kebaikan dan barangsiapa yang lebih suka untuk terus puasa maka tidak ada dosa baginya " ( H.R.Muslim)
4. "Diriwayatkan dari Sa'id Al-Khudry ra. ia berkata : Kami bepergian bersama Rasulullah saw. ke Makkah, sedang kami dalam keadaan puasa. Selanjutnya ia
berkata : Kami berhenti di suatu tempat. Maka Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya kamu sekalian sudah berada ditempat yang dekat dengan musuh kalian,
dan berbuka lebih memberi kekuatan kepada kamu. Ini merupakan rukhsah, maka diantara kami ada yang masih puasa dan ada juga yang berbuka. Kemudian kami berhenti di tempat lain. Maka beliau juga bersabda: Sesungguhnya besok kamu akan bertemu musuh, berbuka lebih memberi kekuatan kepada kamu sekalian,maka berbukalah. Maka ini merupakan kemestian, kamipun semuanya berbuka. Selanjutnya bila kami bepergian beserta Rasulullah saw. kami puasa ." ( H.R Ahmad, Muslim dan Abu Dawud).
5. "Diriwayatkan dari Sa'id Al-Khudry ra. ia berkata : Pada suatu hari kami pergi berperang beserta Rasulullah saw. di bulan Ramadhan. Diantara kami ada
yang puasa dan diantara kami ada yang berbuka . Yang puasa tidak mencela yang berbuka ,dan yang berbuka tidak mencela yang puasa. Mereka berpendapat bahwa siapa yang mendapati dirinya ada kekuatan lalu puasa, hal itu adalah baik dan barangsiapa yang mendapati dirinya lemah lalu berbuka,maka hal ini juga baik"
(HR. Ahmad dan Muslim)
6. "Ucapan Ibnu Abbas : wanita yang hamil dan wanita yang menyusui apabila khawatir atas kesehatan anak-anak mereka, maka boleh tidak puasa dan cukup
membayar fidyah memberi makan orang miskin " ( Riwayat Abu Dawud ). Shahih
7. "Diriwayatkan dari Nafi' dari Ibnu Umar: Bahwa sesungguhnya istrinya bertanya kepadanya ( tentang puasa Ramadhan ), sedang ia dalam keadaan hamil. Maka
ia menjawab : Berbukalah dan berilah makan sehari seorang miskin dan tidak usah mengqadha puasa ." (Riwayat Baihaqi) Shahih.
8. "Diriwayatkan dari Sa'id bin Abi 'Urwah dari Ibnu Abbas beliau berkata : Apabila seorang wanita hamil khawatir akan kesehatan dirinya dan wanita yang
menyusui khawatir akan kesehatan anaknya jika puasa Ramadhan. Beliau berkata : Keduanya boleh berbuka (tidak puasa ) dan harus memberi makan sehari seorang miskin dan tidak perlu mengqadha puasa" (HR.Ath-Thabari dengan sanad shahih di atas syaratMuslim , kitab AL-irwa jilid IV hal 19).
Berdasarkan dalil-dalil di atas orang Mu'min yang diberi kelonggaran dan diperbolehkan untuk tidak puasa Ramadhan, tetapi wajib mengqadha di bulan lain, mereka itu ialah :
-Orang sakit yang masih ada harapan sembuh.
-Orang yang Musafir . Musafir yang merasa kuat boleh meneruskan puasa dalam safarnya, tetapi yang merasa lemah dan berat lebih baik berbuka, dan makruh memaksakan diri untuk puasa.
-Manakala orang Mu'min yang diberi kelonggaran dan diperbolehkan untuk tidak mengerjakan puasa dan tidak wajib mengqadha, tetapi wajib fidyah (memberi makan sehari puasa yang ditinggalkan dengan secupak makanan asasi kepada seorang miskin). Mereka adalah orang yang tidak lagi mampu mengerjakan puasa karena:
-Umurnya sangat tua dan lemah.
-Wanita yang menyusui dan khawatir akan kesehatan anaknya.
-Karena mengandung dan khawatir akan kesehatan dirinya.
-Sakit yang tidak ada harapan sembuh.
-Orang yang sehari-hari kerjanya berat yang tidak mungkin mampu dikerjakan sambil puasa, dan tidak mendapat pekerjaan lain yang ringan.
